Mengenal Industri Pertambangan Lebih Dekat

Mengenal Industri Pertambangan Lebih Dekat

Pembicaraan sekian lama oleh para alumni Teknik Pertambangan dengan beragam latar belakang profesi yang ditekuni saat ini, akhirnya diwujudkan ke dalam bentuk kongkrit dengan pendirian MDC IA Tambang ITB atau Miners Development Program. Kehadiran MDC merupakan jawaban sekaligus fasilitas bagi para alumni Teknik Pertambangan ITB khususnya, dan masyarakat pada umumnya untuk menguatkan internal alumni dengan sharing pengalaman, ilmu, informasi dan lainnya yang akan memberikan peningkatan kualitas alumni tambang ITB dan kontribusinya bagi bangsa. Sebagai salah satu program kerja di bawah Divisi Kuat, MDC lahir dengan beragam ide kegiatan yang tengah direalisasikan secara bertahap. Tahun pertama MDC berdiri, webinar menjadi salah satu andalan MDC untuk menjangkau seluruh alumni tambang ITB dimana pun agar mendapatkan kesempatan yang sama dalam mendengarkan dan berdiskusi terkait topik yang disajikan. Dengan bantuan salah satu alumni, Pak Gatot Hari (TA70), tim dibantu dengan ketersediaan fasilitas video conference untuk dapat mewujudkan mimpi MDC. “Zaman sekarang harus low effort, but big impact. Itulah definisi teknologi,” pesan Pak Gatot kepada tim pada pertemuan pertama.

 

Berangkat dari semangat tersebut, MDC berkolaborasi dengan SEAMEO, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mewujudkan webinar pertama pada Senin 15 Mei 2017 lalu. Disiarkan langsung mulai pukul 11.00 hingga 12.30 acara webinar diikuti beragam kalangan, mulai dari alumni tambang ITB sendiri hingga publik. Kolaborasi dengan SEAMEO ini mengangkat tema “Lebih Dekat dengan Industri Pertambangan” yang secara umum memang ditujukan bagi siswa SMK/A dan publik untuk mengenal seperti apa industri pertambangan dari kacamata para penambangnya langsung.

Pemamparan disampaikan oleh Rara Nastiti (TA89) sekaligus ketua IA Tambang ITB aktif saat ini. Selama kurang lebih 1 jam, Inez, begitu beliau akrab disapa, memaparkan seperti apa industri pertambangan dan kolaborasi apa saja yang dibutuhkan dalam industri pertambangan. Diskusi interaktif pun dilakukan oleh para peserta webinar dari beragam daerah untuk bertukar pikiran terhadap persoalan lapangan pekerjaan dan kurikulum bagi SMK untuk SMK geologi pertambangan. “Apakah perlu diajarkan seluruh genesa bahan galian yang ada untuk siswa SMK atau hanya tentang barang tambang dimana SMK berada saja?” tanya Teguh, guru SMKN 1 Padaherang, Pangandaran. Beragam feedback dan persoalan terkait dengan kompetensi dan kurikulum khususnya untuk SMK Geologi Pertambangan menjadi topik yang cukup hangat saat pengenalan.

Harapan para peserta yang berasal dari kalangan masyarakat umum untuk diadakan kembali acara seperti ini oleh MDC IA Tambang ITB sangat ditunggu sebagai salah satu bentuk sumber informasi terbaik yang mereka dapat terima dan dapat membuka ruang diskusi bagi para komunitas umum yang berkegiatan di bidang pertambangan juga. Meskipun sedikit terlambat dari jadwal yang seharusnya, akhirnya acara ditutup dengan beragam pendapat, termasuk pesan langsung dari para siswa SMK. “Jika ada lowongan pekerjaan di bidang pertambangan, mohon kami juga diinformasikan,” ujar salah satu siswa SMK Bina Nusantara Ungaran. Menjaga semangat para alumni IA Tambang, MDC pun bersiap menggelar acara webinar kedua, Minggu 21 Mei 2017 pukul 19.00-21.00 WIB dengan menghadirkan pembicara di bidang social entrepreneurship oleh Billy Mambrasar (TA03). Jangan lewatkan! (oss)

 

Leave a Comment