TERBANG KE JEPANG BERKAT IA TAMBANG ITB

TERBANG KE JEPANG BERKAT IA TAMBANG ITB

Pada tanggal 29-30 November 2018, Saya Amrita Oza Nabilla nim 12115007, diberi kesempatan untuk mengikuti Symposium CINEST di Kyushu University Jepang. Keberhasilan saya hingga saya dapat mengikuti acara tersebut tak lain karena Tuhan Yang Maha Esa, orang tua saya, para dosen, teman-teman semua, dan juga tak lupa alumni Tambang ITB yang telah memberikan bantuan berupa material kepada saya. Saya akan membagikan pengalaman saya selama mengikuti kegiatan tersebut.

(27 November 2018)

Saya berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 00.10 wib, bukan kali pertama dalam hidup saya bepergian sendiri. Saya memang hoby jalan-jalan sendirian. Setelah selesai check in dan masuk ke ruang tunggu, saya kemudian menuju pesawat, penerbangan kurang lebih 5jam dan transit di Bandara Hongkong. Sungguh senang bisa menapakkan kaki pula di negara lain sebelum mendarat ke negara tujuan yaitu Jepang. Saya transit 5jam di Hongkong, kemudian melanjutkan terbang menuju negeri sakura Jepang.

Pukul 17.00 waktu Jepang, saya tiba di Bandara Fukuoka, udara dingin menyambut kehadiran saya. Sesampainya di Bandara saya sudah dijemput oleh alumni tambang, yaitu Kak Salma, beliau melanjutkan sekolah S3nya di Kyushu University. Lalu kami menuju ke penginapan beliau di sekitaran kampus Kyushu.

(28 November 2018)

Hari kedua saya berada di Jepang, saya berkeliling menyusuri kampus Kyushu. Kampus tersebut hampir mirip dengan ITB, karena tidak terlalu luas, namun bangunannya unik dan sangat bersih. Sebenarnya di Jepang memang negaranya sangatlah bersih dan teratur. Setelah berkeliling mengitari kampus, saya kemudian menuju kota Hakata untuk menyusuri malam kota di Jepang. Pengalaman pertama kali saya menggunakan subway.

(29 November 2018)

Hari pembukaan acara Symposium CINEST. Pada pukul 08.30 waktu setempat kami sudah siap registrasi kemudian mengikuti acara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan presentasi oleh beberapa peserta. Kemudian sesi sore yaitu pameran poster, saya terlibat karena saya mengirimkan paper saya dalam bentuk poster. Cukup banyak antusias peserta dalam pameran poster tersebut dan memberikan beberapa pertanyaan mengenai poster masing-masing peserta. Acara pada hari itu ditutup dengan makan malam di restoran.

(30 November 2018)

Hari berikutnya merupakan presentasi lanjutan dari para peserta symposium. Dari hasil pemaparan presentasi masing-masing peserta banyak ilmu baru yang saya dapatkan, dan juga mungkin wilayah-wilayah di negara lain yang baru saya dengar karena merupakan daerah penelitian para peserta. Hari itu ditutup dengan penyerahan penghargaan bagi peserta yang terbaik. Sayangnya, saya belum mendapat kesempatan untuk mendapatkan best poster, karena ini merupakan pengalaman pertama saya dalam mengikuti acara paper tingkat International, sehingga masih perlu banyak belajar.

 

(1 Desember 2018)

Saya bersiap untuk kembali ke Indonesia, saya tidak mengikuti acara jalan-jalan menuju tambang bawah tanah yang ada di Jepang karena saya harus pulang ke Indonesia mengingat saya harus mengikuti Ujian Akhir Semester. Saya sampai di Indonesia pada tanggal  Desember 2018 dengan selamat.

Akhirnya hasil penelitian yang telah saya kerjakan kurang lebih 3 bulan, dari mulai pengambilan sampel di Bangka, kemudian menganalisis sampel di Laboratorium mineragrafi di ITB, membuahkan hasil. Dapat mengantarkan saya ke Jepang mengikuti acara Symposium CINEST 2018. Terimakasih sekali lagi kepada semua pihak yang telah mendukung, terlebih Ikatan alumni tambang ITB.

Leave a Comment